Ketika aku pergi ke Kampus, aku melihat seorang ibu setengah baya melakukan pekerjaan sebagai seorang kenek metromini. Menurutku, pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang berat dan berbahaya apalagi jika dilakukan oleh seorang ibu yang sudah memiliki umur yang tidak lagi muda. Beliau mampu melakukan pekerjaan tersebut. Beliau melakukan pekerjaan berat tersebut semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Betapa hebatnya seorang ibu, mereka telah bersusah payah mengandung kita waktu kita masih di dalam kandungan, mereka mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita ke dunia, mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan. Dan sekarang aku melihat seorang ibu harus berkorban lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Terkadang kita suka melupakan apa yang telah beliau berikan, apa yang telah beliau lakukan untuk kita anak-anaknya. Coba Anda pikirkan, ibu walaupun sesibuk apa pun beliau mereka masih ingat kita. Secapek-capeknya beliau mencari nafkah untuk kebutuhan kita, beliau masih menyempatkan diri untuk mengurus kita. Sampai kita lupa, terkadang saat kita meminta tolong kepada beliau. Kita tidak memperhatikan keadaan beliau dan jika beliau tidak melakukannya untuk kita. Terkadang kita cenderung marah, kesal, ngambek kepada beliau. Kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan oleh beliau.
Ketika kita sakit, ibu lah yang paling pusing dan lelah mengurus kita. Tetapi ketika beliau sakit, terkadang kita suka mengabaikannya karena kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing. Tapi beliau? Walaupun sesibuk apapun, secapek apapun dia akan terus selalu ada untuk kita. Kapan pun dan dimana pun.
I love you mom :)
- Ibu adalah sosok manusia yang sempurna di bumi ini. Karena beliaulah kita bisa seperti ini. Karena hanya beliau yang dapat mengajarkan kita tentang arti kehidupan dari kesabarannya. Cinta beliau adalah cinta yang sangat indah di bumi ini. Allah pun meminta kita agar kita menghargai setiap usaha yang dilakukan beliau untuk kita. Karena kebesaran cinta beliau lah, maka kita sering mendengar pepatah “surga di telapak kaki ibu”.
by : Intan Purnamasari
tet kayanya pas lo yg ngambil contoh seorang ibu jadi kenek itu,kalo di taroh di tengah gmn?.jadi pertama lo jelasin ibu dulu,abis itu lo masuk dah ke contoh terus ke tujuan dah.gmn?paham ga?bingung gw jelasinnya.hehe
BalasHapustapi bagus ko
oke oke lis.tar gue perbaikin.makasih masukannya :)
BalasHapussemangat dah buat ibu penulis yaaa
BalasHapushehe
hehehehe makasih :)
BalasHapus