Pertanyaan itu sekilas muncul di benakku. Ketika pada suatu hari aku pergi dengan ibu dan adikku ke suatu tempat di Jakarta. Aku harus menggunakan jasa transportasi bajaj untuk mencapai tempat tersebut. Dengan alasan hemat waktu, tidak berdesak-desakkan, dan tentunya tarif yang ekonomis.
Kebetulan aku menemukan supir bajaj yang sudah berumur paruh baya. Di umurnya yang sudah tidak lagi muda, beliau masih bersemangat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehati-hari. Aku sangat kagum pada kegigihan beliau yang di usia tuanya masih tetap bekerja membanting tulang demi memenuhi kebutuhan hidup.
Dia tidak pernah mengeluh, dengan wajah ceria dia melewati hari-harinya menjadi supir bajaj yang harus terus menerus bertemu dengan hirup pikuk ibu kota. Beliau melewati kemacetan ibu kota yang kadang aku sendiri kesal, jengkel dan berharap tidak pernah melewati tempat itu lagi. Tapi beliau, ia harus terus melewati dan bertemu dengan kemacetan ibu kota Jakarta yang kadang membuat orang menjadi stress.Beliau di hari tuanya saja masih bisa bersemangat seperti itu. Kenapa kita yang masih muda sudah gampang berkata “tidak bisa” dan mengeluh?. Mengapa kita tidak mencoba berpositif thinking dengan apa yang sedang kita jalani. Walaupun itu sulit, yakin dan percayalah semua pasti ada jalan keluarnya untuk membantu kita menyelesaikan segala urusan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar