Pada suatu hari, aku pergi ke Kampus. Di perjalanan aku bertemu dengan seorang bapak yang memiliki kekurangan yaitu, tunanetra. Ia ingin pergi untuk bekerja. Kami bertemu ketika kami bersama-sama ingin menyebrang jalan. Sungguh ironis dan merasa miris sekali, karena dari sekian banyak orang yang berada di jalan. Tidak ada satu pun dari mereka yang mempedulikan bapak tersebut. Zaman sudah berbeda, semua sudah pada sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga timbul individualisme yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Kami pun menyebrang jalan, dengan tertatih-tatih bapak tersebut mengikuti ku. Disela-sela waktu yang singkat aku pun mengajaknya berbicara,
“Bapak mau kemana?” tanya ku
“Saya mau ke daerah walikota neng”
Dari pertanyaan yang singkat itulah, akhirnya kita berbincang-bincang sampai ke permasalahan yang paling rumit. Tahukah Anda? Ternyata beliau berangkat pagi-pagi sekali untuk mencari nafkah ke Ibu kota demi menghidupi kebutuhan keluarganya. Rumah tempat tinggal beliau lumayan jauh dari jarak tempat dia kerja. Beliau harus naik angkutan umum (angkot) terlebih dahulu, naik bis umum yang jika penuh dia pun tetap berdiri, tidak ada belas kasih dari orang sekitarnya, harus menyebrang jalan raya yang ramai dengan kendaraan, naik angkot lagi untuk sampai ke tempat kerjanya. Itu sangat mustahil aku lakukan jika aku berada di posisinya. Sungguh besar tekat beliau untuk berusaha demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Yang membuatku terharu adalah ketika mendengarnya bercerita, beliau selalu bercerita dengan wajah penuh senyum dan suka cita, walaupun apa yang di ceritakannya sangat mengiris hati. Aku yang masih muda terkadang selalu mengeluh dan terkadang tidak bersyukur dengan apa yang telah aku punya yang diberikan olehNya, fisik yang sempurna tanpa kurang satu apa pun. Keluarga yang hebat dan dikelilingi orang-orang yang menyayangiku.
- Bersyukur dengan apa yang telah kita miliki membuat kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Pikirkan dan renungkan, masih banyak orang yang kurang beruntung dari kita. Kenapa kita harus mengeluh jika kita masih bisa menerimanya dan mensyukurinya?
by : Intan Purnamasari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar